Mau Pakai PT Perorangan? Kenali Dulu Batasannya!
PT Perorangan merupakan bentuk badan usaha yang dirancang untuk memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil mendirikan perusahaan secara mandiri. Meskipun lebih fleksibel dan praktis, terdapat sejumlah batasan yang perlu diperhatikan agar tidak salah strategi dalam pengembangan bisnis.
Berikut delapan batas utama yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan menggunakan PT Perorangan.
1. Batas modal maksimal
Modal dasar PT Perorangan tidak boleh melebihi Rp5 miliar. Jika modal yang dimiliki melebihi batas tersebut, pelaku usaha wajib beralih ke bentuk PT biasa.
Ketentuan ini bertujuan agar skala usaha tetap sesuai dengan karakteristik usaha kecil dan menengah (UKM).
2. Batas omzet tahunan
Omzet tahunan maksimal PT Perorangan adalah Rp50 miliar. Jika omzet melampaui batas ini, status perusahaan harus diubah menjadi PT biasa untuk menyesuaikan skala usaha dan kewajiban hukumnya.
3. Hanya untuk satu pemilik
PT Perorangan hanya dapat dimiliki oleh satu orang pendiri yang berperan sebagai pemegang saham sekaligus direktur. Struktur ini tidak cocok untuk usaha yang melibatkan investor atau mitra bisnis.
4. Terbatas pada jenis usaha tertentu
PT Perorangan tidak dapat digunakan untuk sektor usaha yang memerlukan izin khusus atau pengawasan ketat, seperti perbankan, jasa keuangan, asuransi, dan investasi.
Jenis usaha tersebut wajib menggunakan bentuk PT biasa dengan struktur kepemilikan dan pengawasan yang lebih kompleks.
5. Pajak final yang ringan
PT Perorangan dikenakan tarif pajak final sebesar 0,5% dari omzet, selama omzet masih berada di bawah batas yang ditentukan. Jika omzet melebihi batas tersebut, tarif pajak akan mengikuti skema pajak PT biasa.
Kebijakan ini memberikan keringanan bagi pelaku usaha kecil untuk tetap patuh pajak tanpa beban administrasi yang berat.
6. Kewajiban laporan berkala
Meskipun tergolong sederhana, PT Perorangan tetap wajib membuat laporan keuangan dan pajak secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedisiplinan dalam pelaporan menjadi bentuk tanggung jawab hukum serta meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pihak eksternal.
7. Keterbatasan pertumbuhan bisnis
Struktur PT Perorangan kurang fleksibel untuk ekspansi besar. Jika bisnis berkembang pesat dan membutuhkan tambahan modal, disarankan untuk upgrade ke PT biasa agar dapat menampung lebih banyak pemegang saham dan memperluas kegiatan usaha.
8. Tidak bisa go public
PT Perorangan tidak dapat melantai di bursa saham (go public). Apabila ada rencana untuk melakukan IPO atau menarik investor publik, maka perusahaan harus beralih menjadi PT persekutuan modal.
Kapan harus upgrade ke PT biasa?
Apabila bisnis mulai melibatkan mitra, investor, atau membutuhkan struktur organisasi yang lebih kompleks, maka beralih ke PT biasa adalah langkah strategis.
PT biasa memungkinkan kepemilikan saham lebih dari satu orang serta membuka peluang pertumbuhan dan investasi jangka panjang.
Image Source: Free Lisence Images
Writen By: Vanny
5 November 2025 at 3.00 PM
